Review Film SAW IV (2007)

 SAW IV

Type : Movie @ 1 jam 30 menit

Genre : Horor, Ketegangan, Misteri 

Jadwal Tayang 

26 Oktober 2007

Pemeran

Tobin Bell sebagai Jigsaw/John Kramer

Costas Mandylor sebagai Detektif Mark Hoffman

Scott Patterson sebagai Agen Peter Strahm

Betsy Russel sebagai Jill Tuck

Shawnee Smith sebagai Amanda Young 

Lyriq Bent sebagai Detektif Rigg

Athena Karkanis sebagai Agen Lindsay Perez

Justin Louis sebagai Art Blank


Plot

        Adegan diawali dengan proses otopsi John Kramer, yang meninggal akibat kejadian di film sebelumnya. Saat perutnya dibedah, ditemukan rekaman di perutnya. Sang dokter pun langsung memanggil detektif Hoffman yang menyelidiki kasus Jigsaw, ia langsung memutar rekaman itu yang terdapat sebuah peringatan, " Meski saya sudah tiada bukan berarti permainan akan berakhir. 

      Di tempat lain, terdapat 2 orang dalam kondisi yang susah, yang satunya buta, dan satunya bisu, keduanya terbelenggu oleh rantai. Si bisu melihat kunci rantainya ada pada tengkuknya si buta, hal ini membuat mereka berdua saling menyerang (padahal sebenarnya jika keduanya tenang bisa bekerjasama). Saat berkelahi, tentu saja si bisu berhasil mengalahkan si buta, dan membunuhnya, lalu si bisu selamat. 

        Di film SAW sebelumnya, terlihat Detektif Kerry yang terjebak di permainan Jigsaw. Meskipun dia berhasil mendapatkan kunci untuk melepaskan jebakan maut di tubuhnya, namun jebakan itu tidak dapat lepas, sehingga Detektif Kerry tetap tewas dengan mengenaskan, karena sepertinya yang memasukkannya ke dalam perangkap adalah Amanda Young, muridnya Jigsaw, yang membuat perangkap berbeda dengan mentornya. Selain itu juga terlihat Erik Matthews salah satu anggota kepolisian yang juga masuk ke perangkap Jigsaw, dan dinyatakan hilang selama 6 bulan, terlihat Erik yang disekap di suatu ruangan, namun dengan sedikit makanan, sehingga ia tetap bertahan 

         Mengetahui rekan detektif nya menghilang secara tiba-tiba, beberapa agen FBI langsung berspekulasi, bisa saja rekannya tewas karena permainan Jigsaw. Mereka langsung mencari, dan menemukan  lokasi jebakan maut rekannya. Tiga agen FBI diantaranya Agen Strahm, Detektif Hoffman, Agen Perez, Agen Erikcson, beserta Detektif Rigg, pergi ke lokasi. Terlihat Detektif Rigg yang terlalu terburu-buru, sehingga diperingatkan oleh Detektif Hoffman, agar jangan gegabah dalam menyelesaikan kasus. Di sana mereka melihat mayat Detektif Kerry yang mengenaskan, salah satu agen FBI yang bernama Peter Strahm menduga, bisa saja ada kaki tangan Jigsaw selain Amanda Young, karena dilihat dari berat badannya, sepertinya mustahil kalau Amanda Young bisa membawa tubuh Detektif Kerry yang lebih berat dari tubuhnya.

          Adegan beralih ke Detektif Rigg yang sebenarnya diberikan cuti beberapa hari oleh atasannya. Salah satu rekannya yaitu Detektif Hoffman menyarankannya agar menghabiskan waktu cuti dengan istrinya, dan berhenti menangani kasus Jigsaw, karena dapat membahayakan nyawanya. Tapi Detektif Rigg menolak, dan tetap menyelidiki kasus Jigsaw, apalagi setelah dia mendapatkan rekaman misterius, bersamaan dengan hal itu, Detektif Hoffman menghilang. Rekaman itu berisi video yang menunjukkan lokasi di sekapnya Erik Matthews dan Mark Hoffman serta berisi penjelasan, bahwa Rigg harus menyelamatkan mereka dalam waktu 90 menit atau lebih, jika kurang dari itu, akan berakibat buruk(sepertinya Jigsaw mengajari Detektif Rigg agar tidak terburu-buru saat menyelamatkan orang). 

       Seketika Detektif Rigg pun langsung menuju lokasi yang ditunjukkan dari rekaman itu. Di ujian pertama Detektif Rigg melihat seorang wanita yang terperangkap, namun rekaman memerintahkan untuk tidak menyelamatkan wanita itu(tujuannya untuk mengajarinya agar tidak terburu-buru menyelamatkan seseorang). Namun ia tidak menghiraukan rekaman itu, dan tetap menolong wanita itu (yang merupakan seorang PSK), alhasil ia pun gagal, meski sempat berhasil diselamatkan, sang wanita  kembali menyerang Detektif Rigg, alhasil ia pun langsung menyerang sang wanita sampai tewas. Di ujian kedua Detektif Rigg disuruh menculik seorang pria bernama Ivan Landness yang ternyata seorang pemerkosa berantai. Ia langsung memasukkan Ivan Landness ke dalam permainan maut, namun si korban gagal menyelesaikan permainannya, sampai akhirnya si korban pun tewas. 

        Adegan beralih ke Agen Strahm yang sedang mewawancarai seorang wanita bernama Jill Tuck yang merupakan mantan istri John Kramer yang lebih dikenal sebagai Jigsaw si Psikopat jenius, Strahm mencurigai Jill menjadi kaki tangan Jigsaw. Jill menceritakan masa lalunya saat masih menjadi istri John Kramer, dia sempat hamil, dan mereka sangat bahagia. Namun saat usia kandungannya mencapai 7 bulan, ia keguguran, akibat dari salah satu pasiennya memaksa masuk untuk mengambil obat-obatan terlarang. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab berubahnya John Kramer menjadi psikopat jenius yang suka menghukum orang jahat. Ditambah lagi diagnosa penyakit kanker otaknya yang membuat ia merasa usianya semakin pendek. Hal inilah yang mendorong dirinya untuk membuat ujian bertahan hidup bagi orang yang menyia-nyiakan hidupnya, ia berharap setelah korbannya lolos dari permainan mautnya, menjadi lebih bisa menghargai hidupnya dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah mendengarkan penjelasan dari Jill Tuck, Agen Strahm kurang mempercayai kesaksian Jill Tuck, dan tetap berasumsi bahwa Jill merupakan kaki tangan Jigsaw.

          Di pihak lain Detektif Rigg masih mengikuti serangkaian ujian agar dapat menemukan lokasi diculiknya Erik Matthews dan Mark Hoffman. Sesampainya di ujian ketiga Detektif Rigg melihat ada dua orang yang merupakan suami istri sedang disekap dalam permainan Jigsaw. Sang suami sudah tewas, sedangkan istrinya masih selamat meski tertusuk. Rekaman menunjukkan Detektif Rigg harus bisa menyelamatkan sang istri, dan ia pun berhasil. 

         Kembali ke Agen Strahm yang sedang menyelidiki kasus Jigsaw bersama dengan Agen Perez. Mereka berdua pergi ke suatu tempat yang terdapat boneka Jigsaw. Rekaman menunjukkan Agen Perez akan terluka parah, setelah itu boneka Jigsaw langsung pecah dan mengenai wajah Agen Perez sampai terluka parah. Sementara Agen Strahm mendapatkan kunci dan rekaman dari boneka Jigsaw, rekaman menunjukkan Agen Strahm akan membunuh orang yang tidak bersalah. 

         Di lokasi penculikan terlihat seorang pria yang memasuki ruangan, terdapat alat di punggung pria itu, hal ini menunjukkan bahwa dia juga masuk ke perangkap Jigsaw. Erik Matthews melihat sebuah penunjuk waktu yang terhubung langsung dengan sebuah perangkap, ia berpikir, orang yang menyelamatkan dia harus melebihi waktu yang tersedia, agar perangkapnya tidak berfungsi saat pintu terbuka 

          Setelah itu Agen Strahm langsung pergi ke tempat sesuai petunjuk dari rekaman. Sesampainya di sana, ia melihat seorang pria aneh sedang menuju ke sebuah ruangan. Didapati pada ruangan itu(terjadi film sebelumnya, bisa kita lihat film SAW 3 dan SAW 4 terjadi bersamaan). Di dalam sana terdapat seorang pria bernama Jeff yang gagal dalam permainannya, sehingga membuat dia terkunci dalam ruangan tersebut. Di luar, Agen Strahm membuka pintu itu menggunakan kunci dari boneka Jigsaw. Di dalam, Jeff mengira Agen Strahm yang menyembunyikan putrinya, karena terkejut Agen Strahm langsung menembak pria tersebut sampai tewas, dia menyadari inilah maksud dari rekaman ia akan membunuh orang tak bersalah. 

         Kembali ke Detektif Rigg, setelah ia berhasil menyelesaikan permainan mautnya, ia sampai di ujian terakhirnya, yaitu lokasi penculikan Detektif Hoffman dan Detektif Matthews. Terlihat waktu yang masih tersisa 5 detik, namun akibat Detektif Rigg yang terlalu gegabah, ia langsung masuk ke ruangan tanpa mengingat petunjuk, bahwa ia harus masuk saat waktu habis. Akibat kecerobohannya, terjadilah kecelakaan pada beberapa orang, dimulai dari Detektif Matthews yang tewas akibat kepalanya dipukul balok es. 

        Namun terjadi hal yang tak terduga, karena selama ini permainan sudah diatur oleh Jigsaw dan kaki tangannya yang ternyata adalah Mark Hoffman, yang selama ini berpura-pura menjadi korban penculikan. Detektif Hoffman langsung melihat  2 orang yang saling tembak, lalu si pria langsung menegur Detektif Rigg, "Mengapa kamu masuk sebelum waktu habis ?". Tak lama setelah itu si pria pun tewas. Detektif Rigg pun terkejut dan menyadari bahwa selama ini rekannya menjadi kaki tangan Jigsaw, Detektif Hoffman menghampiri Detektif Rigg yang sekarat, lalu meninggalkannya sambil mengatakan permainan berakhir. 

       Kembali ke Agen Strahm yang berada dalam ruangan yang di dalamnya terdapat 4 jenazah, diantaranya adalah John Kramer, beserta Amanda Young muridnya, dan dr Denlon istri Jeff. Mark Hoffman menghampiri ruangan itu dan menguncinya, membiarkan Agen Strahm terkunci sendirian dalam ruangan. Adegan beralih ke ruangan otopsi John Kramer (hal ini menunjukkan kejadian tadi adalah sebelum proses otopsi John Kramer.

 Review Saya

        Film SAW IV ini merupakan pertama kali saya mengulas film Hollywood yang bertema psikopat. Berbeda dengan film psikopat lain yang secara garis besar ceritanya hanya berisi teror pembunuhan dan balas dendam. Karena film ini menceritakan seorang psikopat yang hobinya menguji orang yang berbuat jahat, dan berharap jika orang tersebut akan berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Banyak pesan moral dalam film ini, karena meskipun Jigsaw tidak ada di dunia nyata, tapi tetap semua penjahat pasti mendapat karma atas semua perbuatannya. 

         Secara garis besar ceritanya bagus dan seru, namun harus kuat mental saat menonton, karena menampilkan beberapa adegan sadis, seperti saya yang tidak kuat saat menonton mayat korban yang terkena bom. Banyak yang mengatakan kalo film ini merupakan film terbrutal, padahal tidak semua film SAW terlalu brutal. Dulu saya menonton film ini kurang faham ceritanya,. karena dulu menonton review nya di YouTube. Namun setelah beberapa kali menonton review nya, akhirnya saya faham jalan cerita film SAW, dan saya tertarik untuk menonton film nya secara lengkap. Dari 10 film SAW, film SAW IV ini termasuk film yang saya sukai, karena ada beberapa film SAW yang saya kurang suka, karena plotnya tidak sesuai dengan ekspektasi saya, serta ending yang mengecewakan. Saya hanya suka SAW IV, SAW V, SAW VI, SAW X, dan Spiral Book of SAW(SAW IX). 

         Namun saya kecewa dengan karakter Detektif Rigg yang terlalu terburu-buru di akhir cerita, padahal hanya kurang 5 detik, kalau saja dia pergi buang air dulu, pasti lebih banyak yang selamat. Tapi sudahlah memang sudah diatur begitu sama sutradara, saya sebagai penonton hanya bisa protes tanpa balasan sutradara. Karena film ini sudah lama sekali, dan saya terlambat menonton, waktu rilis saja saya masih balita, tidak mungkin menonton film seperti itu saat balita. Jadi ya saya tidak bisa protes saat rilis pertama kali, meskipun endingnya kurang sesuai dengan ekspektasi.

Karakter 

Tobin Bell sebagai Jigsaw/John Kramer, aktingnya bagus sekali, dan sangat menjiwai, dan terus terang aku sangat kagum sama kecerdikannya, mampu mengatur beberapa hal yang akan terjadi, dan semua rencananya selalu terjadi. Karakter Jigsaw menjadi karakter favorit saya yang diperankan seorang Kakek, karena sejak dulu saya hanya suka karakter pria yang masih muda, mengapa demikian ? Karena selain memperhatikan karakternya, saya juga suka visual pemeran, namun disini, meskipun sang kakek tidak ada visualnya karena sudah tua, namun saya tetap kagum dengan kecerdikannya. Hal inilah yang membuat karakter John Kramer menjadi karakter antagonis terbaik yang pernah ada, dia juga karakter antagonis favoritku yang pertama, karena sebelumnya saya tidak pernah menyukai karakter antagonis 

Meskipun kurang masuk akal, karena secara logika, penderita kanker otak stadium akhir tidak mungkin bisa sejenius itu, karena kemampuan otaknya pasti menurun 

Costas Mandylor sebagai Detektif Mark Hoffman, aktingnya juga sangat bagus, saya juga kagum dengan karakter Mark Hoffman. Sama seperti sebelumnya, selain Jigsaw saya juga menyukai karakter antagonis yang satunya yaitu Mark Hoffman, dia juga sangat cerdik seperti mentornya. Bahkan dia mampu mengelabui rekan setimnya, yang mengira dia juga korban penculikan. Namun faktanya dia yang mengatur semuanya bersama dengan Jigsaw. Setelah John Kramer dia juga termasuk karakter antagonis favorit saya, karena kejeniusannya. Seperti di film selanjutnya, Mark Hoffman tetap merencanakan semuanya tanpa sepengetahuan yang lain kecuali Agen Strahm, bahkan dia mampu mengelabui rekannya, dan memfitnah Agen Strahm menjadi kaki tangan Jigsaw 

Lyriq Bent sebagai Detektif Daniel Rigg, aktingnya bagus bahkan dia mampu menggambarkan seseorang dengan keadaan yang sulit. Namun saya pribadi tidak menyukai karakternya yang cenderung tergesa-gesa, dan tidak memperhatikan peraturan permainan dengan hati-hati, serta terlalu terobsesi untuk menolong orang, sampai kurang berpikir panjang. Karena hal ini berakibat fatal dan berujung terbunuhnya Erick Matthews, pria yang satunya, serta dirinya sendiri. Dan dia tidak memahami, permainan ini merupakan jebakan yang diciptakan oleh rekannya sendiri(Mark Hoffman). 

Scott Patterson sebagai Peter Strahm. 

           



       




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama China Age of Legends

Review Drama China Are You Safe

Review Drama China Mystic Nine 2016